Minggu, 13 September 2020

Kedamaian

Kali ini saya mau mengakui satu dari jutaan sifat buruk saya.

Hal-hal buruk yang orang lain katakan atau lakukan pada saya, tidak pernah bisa untuk dilupakan. Saya selalu mengingatnya. Saya selalu menyimpannya baik-baik di dalam hati juga ingatan.


Sebagian hanya saya simpan, sisanya jika itu benar-benar menyakiti hati, saya tidak akan memaafkannya. Berniat untuk memaafkannya pun tidak. I'll really burn the bridge. Saya tidak akan memaki, saya hanya memutus segalanya. Meski begitu saya masih merasa terluka karena saya tetap menyimpannya.

Intinya memaafkan orang lain adalah pekerjaan yang sulit saya lakukan. Jika itu benar-benar amat sangat menyakitkan bagi saya, maka persentase kemungkinan dapat dimaafkan oleh saya adalah 0,00000000000001%. Jangan bilang Tuhan aja maha pemaaf blablabla masa kamu blablabla, saya juga sadar itu.


Hari ini saya baca satu kutipan dari author simply an inspired life, Jonathan Lockwood Huie.


"Forgive others not because they deserve forgiveness, but because you deserve peace"


Saya sadar pasti saya pun pernah menyakiti perasaan orang lain tanpa saya sadari. Kemungkinan mereka sudah mengampuni saya. Tapi hati saya yang busuk ini tidak bisa melakukan hal yang sama seperti yang orang lain lakukan pada saya.


Saya sudah mengatakannya, meski begitu hati saya masih terluka. Saya melupakan hal yang sangat penting, bahwa saya pantas mendapatkan kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate